Jul 29, 2017

Berdehem setelah Kencing, apakah Sunnah?

Sunnah Berdehem Setelah Kencing
By Ammi Nur Baits -
Mar 19, 2016

berdehem ketika kencing
Berdehem Setelah Kencing

Apa hukum berdehem setelah kencing? Benarkah itu dianjurkan? Krn katanya ini biar lebih bersih..

Jawab:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,

Ada dua hal yang perlu kita perhatikan terkait masalah buang air:

[1] Kajian terkait sunah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika buang air

[2] Kajian yang hubungannya dengan masalah medis

Pertama, sunah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam terkait masalah adab buang air

Seseorang bisa menyebut praktek tertentu sebagai sunah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, jika dia punya dalil. Selama dia tidak memiliki dalil, dia tidak diperkenankan menyebutnya sebagai sunah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi aturan yang sangat mudah dalam buang air. Meskipun beliau sangat menekankan untuk berhati-hati dalam masalah najis. Beliau bersabda,

أَكْثَرُ عَذَابِ الْقَبْرِ فِي الْبَوْلِ

Mayoritas adzab kubur disebabkan masalah kencing. (HR. Ahmad 8331, Daruquthni 475 dan yang lainnya).

Beliau juga mengajarkan beberapa hal sebagai penyempurna adab ketika buang air. Salman al-Farisi bercerita,

لَقَدْ نَهَانَا -صلى الله عليه وسلم- أَنْ نَسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةَ بِغَائِطٍ أَوْ بَوْلٍ وَأَنْ لاَ نَسْتَنْجِىَ بِالْيَمِينِ وَأَنْ لاَ يَسْتَنْجِىَ أَحَدُنَا بِأَقَلَّ مِنْ ثَلاَثَةِ أَحْجَارٍ أَوْ يَسْتَنْجِىَ بِرَجِيعٍ أَوْ عَظْمٍ

Sungguh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang kami untuk menghadap kiblat ketika buang air besar atau kecil, agar kami tidak beristinjak dengan tangan kanan, dan tidak beristijmar dengan kurang dari 3 batu, atau beristinja’ dengan kotoran kering atau dengan tulang. (HR. Ahmad 23719, Muslim 629 dan yang lainnya).

Dan masih beberapa adab lainnya yang diajarkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kita mengetahui dengan membaca dalil yang shahih dari beliau.

Apakah ada anjuran untuk berdehem?

Ada beberapa hadis dhaif yang menyebutkan cara tertentu ketika kencing, diantaranya,

[1] Duduk dengan posisi jongkok, kaki kiri diduduki tumitnya, sementara kaki kanan tegak di depan

Dari Suraqah bin Malik radhiyallahu ‘anhu, beliau mengatakan,

أن النبي صلى الله عليه وسلم أمرنا أن نتكئ على اليسري وأن ننصب اليمني

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kami untuk jongkok, dengan duduk di atas tumit kaki kiri dan menegakkan kaki kanan.

Derajat hadis:

Hadis ini diriwayatkan al-Baihaqi (kitab Thaharah, 1/96), dan at-Thabrani dalam Mu’jam al-Kabir (7/161). Hadis ini didhaifkan al-Hafidz Ibnu Hajar dalam Bulughul Maram (hlm. 21), juga didhaifkan an-Nawawi dalam al-Majmu’ Syarh Muhadzab (2/98), karena di sana ada 2 perawi yang majhul.

[2] menggerakkan kemaluan

Terdapat hadis yang menyatakan,

إِذَا بَالَ أَحَدُكُمْ فَلْيَنْتُرْ ذَكَرَهُ ثَلاثَ مَرَّاتٍ

Apabila kalian kencing, hendaknya dia gerakkan zakarnya (disentil) 3 kali.

Derajat hadis:

Hadis ini diriwayatkan Ibnu Majah dalam kitab Thaharah, Bab membersihkan sisa kencing setelah kencing, dari jalur Zam’ah, dari Yazdad dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sementara Yazdad bukan sahabat, dan Zam’ah dhaif.

An-Nawawi mengatakan,

اتفقوا على ضعفه وقال إن يزداد  لا صحبة له وممن نص على ذلك البخاري في التاريخ وأبو حاتم الرازي وابنه عبد الرحمن وأبو داود وابن عدي وغيرهم

Mereka sepakat hadis ini dhaif. Yazdad bukan sahabat. Diantara yang menegaskan demikian adalah al-Bukhari dalam at-Tarikh, Abu Hatim ar-Razi, Putra Abu Hatim, Abduurahman, Abu Daud, Ibnu Adi dan yang lainnya. (al-Majmu’, 2/99)

Sementara untuk berdehem, kami tidak menjumpai dalilnya.

Artinya, baik duduk jongkok, mengurut atau menyentil kemaluan, termasuk berdehem seusai kentjing, sama sekali tidak bisa ditegaskan sebagai bagian dari sunah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Karena kita tidak punya riwayat yang shahih bahwa itu ajaran beliau.

Syaikhul Islam pernah ditanya, untuk orang yang selesai kencing, agar lebih bersih, apakah harus berdehem, naik turun, bergerak, dst, untuk memastikan kencingnya sempurna keluarnya.

Jawaban beliau,

التنحنح بعد البول والمشي والطفر إلى فوق والصعود في السلم والتعلق في الحبل وتفتيش الذكر بإسالته وغير ذلك : كل ذلك بدعة ليس بواجب ولا مستحب عند أئمة المسلمين بل وكذلك نتر الذكر بدعة على الصحيح لم يشرع ذلك رسول الله صلى الله عليه وسلم

Berdehem setelah kencing, bergerak, gerakan naik turun, atau menggunakan tali, mengurut zakar agar mengalir, atau semacamnya, semua itu tidak ada ajaranya, tidak wajib, tidak pula sunah menurut para ulama. Termasuk menyentil zakar, tidak ada ajarannya menurut pendapat yang benar, tidak pernah diajarkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. (Majmu’ al-Fatawa, 21/106)

Mengenai pertimbangan, ini bermanfaat secara medis, dan bisa membuat kencing lebih tuntas, ini masalah lain. Namun kesimpulan medis tidak boleh kita bawa pada ranah sunah, selama tidak didukung dalil.

Kedua, tinjauan medis

Ini kembali pada pertimbangan kesehatan. Namun tinjauan medis tidak bisa dijadikan alasan bahwa itu sunah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Karena untuk bisa disebut bagian dari sunah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, orang harus memastikan bahwa itu shahih dari beliau. Agar tidak termasuk dalam ancaman hadis,

Dari Mughirah bin Syu’bah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda

مَنْ حَدَّثَ عَنِّى بِحَدِيثٍ يُرَى أَنَّهُ كَذِبٌ فَهُوَ أَحَدُ الْكَاذِبِينَ

Siapa yang menyampaikan satu hadis dariku, dan dia punya dugaan itu dusta, maka dia termasuk salah satu pendusta. (HR. Muslim dalam mukadimah)

Jika memang betul berdehem setelah kencing itu bermanfaat secara kedokteran, boleh saja orang melakukannya, namun tidak boleh disebut sebagai sunah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, selama tidak ada bukti dari riwayat yang shahih.

Hanya saja, jangan sampai ini membuat seseorang jadi was-was ketika buang air. Sehingga orang bisa membutuhkan waktu sangat lama, hanya untuk sekali buang air. Mengenai cara mengobati was-was, bisa anda pelajari: Mengobati Was-was

Allahu a’lam.

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)

Jun 24, 2017

Meneladani Nabi Dalam ber- Idul Fitri

🌷🎊🌷🎊🌷🎊🌷
💍 *MENELADANI NABI DALAM BER-IEDUL FITRI*
••••••••••••••••••••••••••

1️⃣ *Berhias ketika Id (untuk laki-laki)*
💬 dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma,

كان ﷺ يلبسُ يومَ العيدِ بردةً حمراءَ

*Dahulu, Rasulullah ﷺ pada hari Id mengenakan burdah (mantel) berwarna merah.*
✍🏻 "Sanadnya bagus." kata Syaikh Al Albani
📚 Silsilah As Shahihah no 1279

2️⃣ *Mandi di hari Id sebelum keluar*
💬 Nafi' (seorang tabi'in) mengatakan,

أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ رضي الله عنه كَانَ يَغْتَسِلُ يَوْمَ الْفِطْرِ قَبْلَ أَنْ يَغْدُوَ إِلَى الْمُصَلَّى

*Bahwasanya Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhuma dahulu biasa mandi pada hari Idul Fitri sebelum berangkat ke tanah lapang*
🕹 Dishahihkan Syaikh Al Albani dalam Al Irwa
📚 Muwatha' Imam Malik no. 384

3️⃣ *Makan kurma dengan jumlah ganjil*
💬 Anas bin Malik رضي الله عنه mengatakan,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ َلا يَغْدُو يَوْمَ الْفِطْرِ حَتَّى يَأْكُلَ تَمَرَاتٍ. ويأكلهن وِترا

*Dahulu, Rasulullah ﷺ tidak berangkat pada Idul Fitri hingga makan beberapa kurma, beliau makan dengan jumlah ganjil.*
📚 HR. Al Bukhari no. 953

4️⃣ *Berjalan ke tanah lapang*
📝 Ibnu Umar mengatakan,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ يَخْرُجُ إِلَى الْعِيدِ مَاشِيًا، وَيَرْجِعُ مَاشِيًا

*Dahulu, Rasulullah ﷺ berangkat salat Id dengan berjalan dan pulang dengan berjalan.*
🕹 Dihasankan Syaikh Al Albani
📚 Shahih Ibni Majah no. 1078

5️⃣ *Jalan berangkat berbeda dengan jalan pulang*
📝 Jabir bin Abdillah mengatakan,

كَانَ النَّبِيُّ  ﷺ إِذَا كَانَ يَوْمُ عِيدٍ خَالَفَ الطَّرِيق

*Dahulu, Nabi ﷺ pada hari Id, jalannya berbeda.*
📚 HR. Al Bukhari no 986

6️⃣ *Bertakbir mulai keluar rumah, sampai salat Id ditegakkan*
💬 Az Zuhri (seorang tabi'in) mengatakan,

أَنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ كَانَ يُخْرِجُ يَوْمَ الفِطَرِ فَيَكْبُرُ حَتَّى يَأْتِي المُصَلَّى، وَحَتَّى يَقْضِي الصَّلَاةَ، فَإِذَا قَضَى الصَّلَاةَ قَطْعُ التَّكْبِيرِ

*Bahwa Rasulullah ﷺ dahulu keluar pada Idul Fitri, lalu bertakbir hingga tanah lapang dan sampai selesai salat. Saat selesai salat, beliau tidak bertakbir.*
💬 "Sanadnya shahih secara mursal, dan memiliki syahid  bersambung yang menguatkannya." ~ Syaikh Al Albani
📚 Silsilah As Shahihah no 171

7️⃣ *Salat Id di mushalla, yakni tanah lapang*
💬 Ibnu Umar mengatakan,

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ كَانَ يَغْدُو إِلَى الْمُصَلَّى فِي يَوْمِ الْعِيدِ، وَالْعَنَزَةُ تُحْمَلُ بَيْنَ يَدَيْهِ، فَإِذَا بَلَغَ الْمُصَلَّى نُصِبَتْ بَيْنَ يَدَيْهِ، فَيُصَلِّي إِلَيْهَا، وَذَلِكَ أَنَّ الْمُصَلَّى كَانَ فَضَاءً لَيْسَ فِيهِ شَيْءٌ يُسْتَتَرُ بِه

*Bahwa Rasulullah ﷺ dahulu biasa berangkat ke mushalla pada hari Id. Sebilah tombak kecil dibawa di depan beliau. Saat sampai mushalla, tombak itu ditancapkan di depannya kemudian salat menghadapnya. Hal itu karena mushalla berupa tanah lapang, tidak ada yang dipakai sebagai sutrah.*
🕹 Dishahihkan oleh Syaikh Al Albani
📚 Shahih Ibni Majah no. 1084

💬 Asy Syaikh Al Albani mengatakan, *"Salat Id di mushalla tanah lapang, itulah ajaran Nabi.*

Beliau ﷺ lebih memilihnya daripada salat di masjid beliau."

8️⃣ *Mendengar Khutbah, hukumnya sunnah*
📝 Abdullah bin Saib mengatakan,

حَضٓرَتْ العِيدَ مَعَ رَسُولِ اللهِ ﷺ فَصَلَّى بِنَا العِيدُ ثُمَّ قَالَ قَدْ قَضَيْنَا الصَّلَاةَ فَمِنْ أُحِبُّ أَنْ يَجْلِسَ لِلخُطْبَةِ فَلِيَجْلِسْ وَمِنْ أُحِبُّ أَنْ يَذْهَبَ فَلِيَذْهَبْ

*Saya menghadiri salat Id bersama Rasulullah ﷺ . Beliau salat Id mengimami kami. Kemudian beliau mengatakan, 'Kita telah selesai salat. Maka, siapa ingin duduk mendengar khutbah, silakan duduk. Siapa yang ingin pergi, silakan pergi.'*
🕹 Dishahihkan oleh Syaikh Al Albani
📚 Shahihul Jami' no. 4376

9️⃣ *Mengucapkan selamat*
📝 Jubair bin Nufair mengatakan,

كَانَ أَصْحَابُ النَّبِيِّ ﷺ إِذَا اِلْتَقَوْا يَوْمَ العِيدِ يَقُولَ بَعْضُهُمْ لِبَعْضِ: تُقُبِّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكَ

"Dulu, para sahabat Nabi ﷺ jika bertemu pada hari Id yang satu mengatakan kepada yang lain, *'taqabballallahu minna wa minka'* (Semoga Allah menerima amalan kami dan engkau)
💬 Sanadnya dishahihkan Syaikh Al Albani
📚 Tamamul Minnah hlm. 354

💻tashfiyah
📢 *RePublished By:*
🌐 Group BIS & BMS - Dakwah Untuk Umat 💐
══════ ❁✿❁ ══════
Daftar WA, Ketik: daftar#nama#asal

🚹 Bimbingan Ikhwan Sholih (BIS)
📲 *082344096067*
🚺 Bimbingan Mar'ah Sholehah (BMS)
📲 *085795695662*

💻 www.bimbingansyariah.com
📮Telegram
https://t.me/moslemlearning
https://t.me/bimbingansyariah
•┈┈•••○○❁🌿❁○○•••┈┈•
📚 Kurikulum Bimbingan :  Aqidah, Fikih, Hadits, Manhaj, Adab, Petuah Ulama, Tazkiyatun Nufus, Nasehat, Dll.
•┈┈•••○○❁🌿❁○○•••┈┈•

Fiqih- ZAKAT FITRAH -

🌿🕌🌿🕌🌿🕌🌿
💍 *SERI FIQIH IBADAH*

🍚🌾🍚🌾🍚🌾
*HUKUM RINGKAS TERKAIT ZAKAT FITRAH*

1️⃣ *Apa Hukum Zakat Fitrah ?*

💬 Zakat fitrah wajib bagi setiap *muslim, muda atau tua, laki-laki atau perempuan, merdeka atau budak.*
📚 (Majmu' Fatawa Ibni Baz 14/197)

2️⃣ *Zakat Fitrah Berupa Apa ? Berapa ?*

💬 Dikeluarkan zakat berupa *satu sha' makanan, kurma, gandum, kismis, atau susu kering, termasuk di sini*

🕹 Menurut pendapat ulama yang terkuat *semua makanan pokok di suatu negeri, seperti beras, jagung, jewawut (sejenis serealia yang digunakan sebagai makanan pokok), atau yang semisalnya.*
📚 (Majmu Fatawa Ibni Baz 14/32)

🍚 *Kadar satu sha' dengan satuan kilogram adalah sekitar tiga kilo.*
📚 (Majmu' Fatawa Ibni Baz 14/203)

3️⃣ *Kapan Dikeluarkan ?*

💬 Dikeluarkan pada *hari ke-28, 29, dan ke-30, juga pada malam sebelum Id serta pagi sebelum salat Id.*
📚 (Majmu Fatawa Ibni Baz 14/32-33)

4️⃣ *Siapakah Yang Berhak Menerima Zakat Fitrah ?*

💬 *Yang berhak hanya satu golongan, yakni orang-orang miskin.*
📚 (Majmu' Fatawa Ibni Utsaimin 18/259)

5️⃣ *Bolehkah Membayarkan Zakat Fitrah Berupa Uang Yang Senilai ?*

💬 *Tidak boleh membayarkan berupa uang senilai, menurut mayoritas para ulama. Karena, itu menyelisihi apa yang disampaikan oleh Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan para sahabat radhiyallahu 'anhum.*
📚 (Majmu' Fatawa Ibni Baz 14/32)

6️⃣ *Zakat Fitrah Untuk Janin Apa Hukumnya ?*

💬 _Zakat fitrah tidak dibayarkan secara wajib bagi janin yang masih di perut. Hanya dibayarkan secara sunah._
📚 (Majmu' Fatawa Ibni Utsaimin 18/263)

7️⃣ *Kalau Zakat Fitrah Diberikan Kepada Para Pekerja Non Muslim, Bagaimana ?*

💬 _Zakat fitrah tidak boleh diberikan kecuali bagi orang miskin dari kaum muslimin saja._
📚 (Majmu' Fatawa Ibni Utsaimin 18/285)

8️⃣ *Apa Hukum Orang Yang Diberi Zakat Fitrah Menjual Zakatnya ?*

💬 _Jika orang yang mengambil zakat fitrah itu adalah orang yang berhak, boleh dia menjual setelah menerimanya._
📚 (Majmu' Fatawa Lajnah Daimah 9/380)

💻tashfiyah
📢 *RePublished By:*
🌐 Group BIS & BMS - Dakwah Untuk Umat 💐
══════ ❁✿❁ ══════
Daftar WA, Ketik: daftar#nama#asal

🚹 Bimbingan Ikhwan Sholih (BIS)
📲 *082344096067*
🚺 Bimbingan Mar'ah Sholehah (BMS)
📲 *085795695662*

💻 www.bimbingansyariah.com
📮Telegram
https://t.me/moslemlearning
https://t.me/bimbingansyariah
•┈┈•••○○❁🌿❁○○•••┈┈•
📚 Kurikulum Bimbingan :  Aqidah, Fikih, Hadits, Manhaj, Adab, Petuah Ulama, Tazkiyatun Nufus, Nasehat, Dll.
•┈┈•••○○❁🌿❁○○•••┈┈•