Showing posts with label Ust. Najmi Umar Bakkar. Show all posts
Showing posts with label Ust. Najmi Umar Bakkar. Show all posts

Oct 8, 2017

Menghadiri Majelis Ilmu

🍉🍉🍉 *Sudahkah Selalu Menghadiri Majelis Ilmu ?

Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda :

(1). "Menuntut ilmu itu WAJIB atas setiap Muslim" 
(HR. Ibnu Majah no. 224, hadits dari Anas bin Malik, lihat Shahiihul Jaami’ ash-Shaghiir no. 3913)

(2). "Barangsiapa yang MENEMPUH perjalanan untuk menuntut ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju Surga. Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allah (masjid) untuk membaca Kitabullah dan saling mempelajarinya di antara mereka, melainkan "ketenangan" akan turun atas mereka, "rahmat" meliputi mereka, para Malaikat "mengelilingi" mereka dan Allah "menyanjung" mereka di hadapan Malaikat yang berada di sisi-Nya" 
(HR. Muslim no. 2699, Abu Dawud no. 3643, at-Tirmidzi no. 2646, Ibnu Majah no. 225 dan Ahmad II/252, hadits dari Abu Hurairah)

(3). "Barangsiapa pergi ke masjid, dia tidak menginginkan kecuali mempelajari kebaikan atau mengajarkannya, maka baginya pahala seperti orang yang melakukan HAJI, dimana hajinya sempurna" 
(HR. Ath-Thabrani, lihat Shahiihut Targhiib wat Tarhiib no. 86)

(4). "Apabila kalian berjalan melewati taman-taman Surga, maka perbanyaklah berdzikir". Para sahabat bertanya : "Wahai Rasulullah, apakah yang dimaksud taman-taman Surga itu ?" Beliau menjawab : "Yaitu halaqah-halaqah dzikir (majelis ilmu)" 
(HR. At-Tirmidzi no. 3510, Ahmad III/150 dan lainnya, hadits dari Anas bin Malik, lihat Silsilah ash-Shahiihah no. 2562)

Majelis dzikir yang dimaksud adalah "majelis ilmu", majelis yang di dalamnya diajarkan tentang tauhid, ‘aqidah yang benar menurut pemahaman salafush shalih, ibadah yang sesuai sunnah Nabi صلى الله عليه وسلم, akhlak yang mulia, muamalah dan lainnya.

Umar bin Khaththab radhiyallahu 'anhu berkata :

"Sungguh ada orang yang keluar dari rumahnya dengan membawa dosa seperti Gunung Tihama. Maka ketika dia mendengar kajian ilmu, ia pun menjadi takut, kembali baik dan bertaubat. Lalu orang itu pun kembali ke rumahnya tanpa dosa sedikitpun. Oleh karena itu, janganlah kalian menjauhi majelisnya para ulama !" 
(Miftaah Daaris Sa'aadah I/122 oleh Imam Ibnu Qayyim)

Jangan sampai dengan banyaknya sarana dakwah baik lewat radio, tv, wa, bbm, fb, telegram, dll akan menjadikan alasan bagimu untuk "meninggalkan" majelis ilmu, sehingga jarang hadir, atau bahkan tidak hadir sama sekali karena merasa sudah berilmu, atau merasa sudah "selevel" dengan ustadznya...

Merupakan nikmat yang sangat besar jika memiliki kemampuan untuk menuntut ilmu, mengamalkan ilmu dan menyampaikan ilmu...

Berkahnya ilmu sesuai dengan berkahnya niat...
Semakin ikhlas niat, maka semakin berkah ilmu...
Semakin tidak ikhlas, semakin tidak berkah ilmu...

Al-Imam asy-Syafi'i rahimahullah ditanya :

"BAGAIMANA SEMANGATMU DALAM MENUNTUT ILMU ?" 
Beliau menjawab : 
"Aku mendengar kalimat yang sebelumnya tidak pernah kudengar, maka anggota tubuhku yang lain ingin memiliki pandangan untuk bisa menikmati ilmu tersebut sebagaimana yang dirasakan telinga". Lalu ia ditanya lagi : 
"BAGAIMANA KERAKUSANMU TERHADAP ILMU ?" 
Beliau menjawab : 
"Seperti rakusnya orang penimbun harta, yang mencari kepuasan dengan hartanya". Beliau ditanya lagi : 
"BAGAIMANA ENGKAU MENCARINYA ?". 
Beliau menjawab : 
"Sebagaimana seorang ibu mencari anaknya yang hilang, yang ia tidak memiliki anak lain selain dia"

(Tawaalit Ta'sis min Manaqib Muhammad bin Idris hal 106 oleh Ibnu Hajar al-Asqolani)

Lalu bagaimana dengan para penuntut ilmu yang hadir dan belajar di majelis ilmu hanya seminggu sekali atau dua minggu sekali, atau mungkin ia futur dengan tidak pernah lagi datang ke majelis ilmu untuk belajar, tetapi merasa sudah berilmu dan bahkan merasa yakin akan masuk Surga...?

اَللَّهُمَّ انْفَعْنَا بِمَا عَلَّمْتَنَا وَعَلِّمْنَا مَا يَنْفَعُنَا وَزِدْنَا عِلْمًا

"Ya Allah, berikanlah manfaat pada ilmu yang telah Engkau ajarkan kepada kami dan ajarkanlah hal-hal yang bermanfaat untuk kami dan tambahkanlah kami ilmu"

🌏 http://www.salamdakwah.com/artikel/4402-sudahkah-selalu-menghadiri-majelis-ilmu.                                   
?
𓼒 Ditulis oleh Al-Ustâdz Najmi Umar Bakkar _hafidzohulloh_

***?

Aug 19, 2017

Amalan yang Pahalanya seperti Haji dan Umroh

Ceramah ba'da Shubuh di Laguna
oleh: Ustad Najmi Umar Bakkar

Amalan-amalan yang pahalanya sekelas dengan Ibadah Haji dan Umroh, antara lain:
(maaf, hadits masing2 tidak dicantumkan, namun Shohih semua).

1). Sholat suruq

2). mendatangi majlis ilmu

3). org yang pergi kemasjid dlm keadaan wudhu utk sholat fardhu

4). dzikir setelah sholat fardhu: tasbih, tahmid.dan takbir @33x

5). umroh di bulan romadhon

6). birul walidain: berbakti kepada kedua ortunya

7). org yang bertekad untuk haji

8). menyiapkan bekal yang mau berhaji, berjihad, atau memberi makan org yg berbuka puasa, memberi makan keluarga yg ditinggalkan utk berhaji / berjihad tersebut

Mar 10, 2017

Hukum dahi tertutup rambut, menutup mulut

Jan 13, 2017

Bagaimana Hukum Sholat Tasbih

**************************
Pendapat tersebut diatas sama halnya dengan Sholat Taubat

Nov 11, 2016

Sholat Jama' Qashar ketika Safar


Aug 17, 2016

20 Keutamaan pada 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah

Sungguh Aku Mencintai-Mu, walau Aku Bermaksiat Kepada-Mu

* Ya Allah Aku Mencintai-Mu, Walaupun Aku Bermaksiat Kepada-Mu...*

Allah Ta'ala berfirman :

وَالَّذِينَ آمَنُوا أَشَدُّ حُبًّا لِلَّهِ...

"...Dan orang-orang yang beriman amat sangat besar cintanya kepada Allah..." (QS. Al-Baqarah [2]: 165)

Apakah engkau yang dimaksud oleh ayat ini...?

Bagaimana mungkin engkau mengaku mencintai Allah, sedangkan malam dan siang engkau selalu menantang-Nya...

Bagaimana mungkin engkau mengaku mencintai Allah, sedang berulang-ulang engkau mengundang kemurkaan-Nya dan mendurhakai-Nya...

Bagaimana mungkin engkau mengaku mencintai Allah, sedang jalan menuju masjid pun engkau tidak mengetahuinya...

Bagaimana mungkin engkau mengaku mencintai Allah, padahal engkau mencintai musuh-musuh-Nya dan membanggakan mereka...

Bagaimana mungkin engkau mengaku mencintai Allah, sedang engkau berlaku sombong terhadap wali-wali Allah (mukminin), bahkan menghinakan dan melecehkan mereka...

Bagaimana mungkin engkau mengaku mencintai Allah, sedangkan engkau menyelisihi Rasulullah صلي الله عليه وسلم secara zhahir dan bathin...

Padahal Allah Ta'ala berfirman :

قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ اللّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ

"Katakanlah : "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, maka ikutilah aku (Nabi), niscaya Allah mencintai dan mengampuni dosa-dosamu" (QS. Ali Imran [3]: 31)

Bagaimana mungkin engkau mengaku mencintai Allah, sedang surat-surat cinta-Nya tidak pernah engkau baca...

Bagaimana mungkin engkau mengaku mencintai Allah, sedang perintah dan larangan-Nya engkau abaikan...

Bagaimana mungkin engkau mengaku mencintai Allah, kedatangan-Nya di sepertiga malam akhir tidak pernah engkau sambut...

Bagaimana mungkin engkau mengaku mencintai Allah, sedangkan dosa dan maksiat secara terang-terangan dan sembunyi-sembunyi masih terus engkau lakukan, bahkan engkau pun berbangga diri saat melakukannya...

Dimanakah bukti cintamu kepada Allah, wahai diri yang mengaku cinta kepada-Nya...?

Dimanakah bukti ittiba'mu kepada Rasulullah صلي الله عليه وسلم, wahai diri yang mengaku cinta...?

Engkau membangkang kepada-Nya…
Lalu mengaku bahwa engkau cinta…
Inilah pengakuan yang nyata dustanya…

Jika benar engkau mencintai-Nya
Tentulah engkau mentaati-Nya…
Karena seseorang akan taat kepada kekasihnya...

Cinta yang palsu itu seperti air laut yang asin,
seberapapun banyak engkau meneguknya,
ia tidak akan dapat menghilangkan dahagamu,
melainkan ia membuat dahagamu semakin menjadi-jadi...

Sungguh, orang yang jatuh cinta kepada Allah akan merasa bahagia dengan mentaati-Nya...

Sungguh, ia tak sanggup bermaksiat kepada-Nya...

Jiwanya tidak rela bila durhaka kepada-Nya...

Anggota badannya tidak mau bermaksiat, karena begitu besar cintanya kepada ketaatan dan bencinya pada kemaksiatan...

Ia terbiasa akrab dengan ketaatan dan merasa asing terhadap kemaksiatan...

Jika nafsunya berkeinginan untuk bermaksiat, maka ia ingatkan diri pada Allah...

Jika belum mau mundur dari maksiat, maka ia ingatkan dirinya pada akhlak salafusshalih...

Jika belum mau undur diri juga, maka ia ingatkan diri akan aibnya jika diketahui orang banyak...

Jika belum mau meninggalkannya, maka ketahuilah bahwa pada saat itu diri telah berubah menjadi hewan...

Ketahuilah bahwa bersabar dari menuruti syahwat itu lebih mudah dibanding bersabar dari akibatnya...

Allah Ta'ala berfirman :

فَأَمَّا مَنْ طَغَى , وَآثَرَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا , فَإِنَّ الْجَحِيمَ هِيَ الْمَأْوَىٰ

"Adapun orang yang melampaui batas dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, maka sesungguhnya nerakalah tempat tinggal(nya)" (QS. An-Naazi'aat [79]: 37 -39)

Hindari Maksiat...
Nikmatnya Sesaat...
Tapi Penyesalannya...
Sepanjang Hayat...

Berdoalah dengan merintih kepada-Nya...

اللهم اني احبك و ان كنت اعصيك
تَعَاظَمَنِي ذَنْبِي فَلَمَّا قَرَنْتُهُ بِعَفْوِكَ رَبِّي كَانَ عَفْوُكَ أَعْظَمَا

Ya Allah...
Sesungguhnya aku mencintai-Mu walaupun aku bermaksiat kepada-Mu...

Dosaku terasa sangat besar bagi diriku, akan tetapi tatkala aku bandingkan dengan ampunan-Mu wahai Rabbku….
ternyata ampunan-Mu lebih besar…

Ya Rabb...ampuni dosaku.......
Ya Allah...ampuni dosaku dengan ampunan yang dapat melindungiku di dunia dan akhirat...

Ya Allah...

Karuniakanlah kepadaku rezki untuk selalu mentaati-Mu selama engkau hidupkan aku dan rahmatilah aku dengan selalu meninggalkan berbagai maksiat selama Engkau hidupkan aku...

Ya Allah...

Jadikanlah cintaku kepada-Mu adalah sesuatu yang paling aku cintai dan jadikanlah rasa takutku kepada-Mu adalah sesuatu yang paling aku takuti...

Putuskanlah keinginanku atas dunia dengan perasaan rindu untuk berjumpa dengan-Mu...

Jika penduduk dunia mata mereka lebih sejuk dengan dunianya, maka sejukkanlah pandanganku dengan ibadah kepada-Mu...

✍ Ustadz Najmi Umar Bakkar